The Very Hungry Caterpillar
Edu Craft

The Very Hungry Caterpillar Felt Toy Details

It’s going to be hard, but hard does not mean impossible.

Quote

The Very Hungry Caterpillar felt toy didesain berdasarkan buku cerita anak yang ditulis oleh Eric Carle. Terinspirasi dari proses metamoforsis hidup kupu-kupu, Carle mengembangkan sebuah buku berisi banyak sekali pelajaran penting untuk anak usia dini.

Buku tersebut terbit pertama kali pada tahun 1969 dan sudah terjual lebih dari 50 juta kopi dalam berbagai bahasa.

The Very Hungry Caterpillar sudah menjadi sebuah buku klasik yang selalu ada di setiap rak buku sekolah. Buku ini masih populer sebagai kado untuk baby shower dan new born.

Kepopuleran buku ini yang bertahan hingga lebih dari setengah abad dapat dijelaskan dengan logika sederhana. Isi buku ketiga Carle ini sangat lengkap sebagai media belajar awal bagi balita. 

Buku ini juga menjelma dalam berbagai media pembelajaran serta permainan. Salah satunya adalah felt toy. Di sini kami membuat 1 set mainan berisi buah-buahan dan aneka makanan yang akan disantap oleh si ulat hijau agar bisa berubah menjadi kupu-kupu cantik.

Mari kita lihat apa saja isi buku dan permainan tersebut.

Caterpillar

Sunday

In the light of the moon a little egg lay on a leaf. One Sunday morning the warm sun came up and -pop!-out of the egg came a tiny and very hungry caterpillar. He started to look for some food.

Ulat yang kelaparan.

Ahad.

Sebutir telur tergeletak di atas daun, di bawah cahaya bulan.

Satu Ahad pagi matahari yang hangat terbit, dan pop! keluarlah seekor ulat kecil yang kelaparan.

Dia mulai mencari makanan.

 

The Very Hungry Caterpillar Edu Craft Maker (7)

Monday

On Monday he ate through one apple. But he was still hungry.

Senin.

Hari Senin dia memakan satu buah apel. Tapi dia masih lapar.

The Very Hungry Caterpillar Edu Craft Maker (4)

Tuesday

On Tuesday he ate through two pears, but he was still hungry.

Selasa.

Hari Selasa, dia memakan dua buah pir. Tapi dia masih lapar.

The Very Hungry Caterpillar Edu Craft Maker (4)

Wednesday

On Wednesday he ate through three plums, but he was still hungry.

Rabu.

Hari Rabu dia memakan 3 buah plum. Tapi di masih lapar.

The Very Hungry Caterpillar Edu Craft Maker (1)

Thursday

On Thursday he ate through four strawberries, but he was still hungry.

Kamis.

Hari Kamis dia memakan 4 buah stroberi. Tapi dia masih lapar.

The Very Hungry Caterpillar Edu Craft Maker (1)

Friday

On Friday he ate through five oranges, but he was still hungry.

Jum’at.

Hari Jum’at di memakan 5 buah jeruk. Tapi dia masih lapar.

The Very Hungry Caterpillar Edu Craft Maker (1)

Saturday

On Saturday he ate through one piece of chocolate cake, one ice-cream, one pickle, one slice of Swiss cheese, one slice of salami, one lolipop, one piece of cherry pie, one sausage, one cupcake, and one slice of watermelon.

Sabtu.

Hari Sabtu dia memakan sepotong cake coklat, satu bungkus ice cream, satu acar timun utuh, sepotong keju Swiss, seiris salami, setangkai lolipop, sepotong pai ceri, satu buah sosis, satu kue mangkok, dan sepotong semangka.

That night he had a stomachache!

The next day was Sunday again. The caterpillar ate through one nice green leaf and after that he felt much better.

Now he wasn’t hungry any more and he wasn’t a little caterpillar any more. He was a big, fat caterpillar.

He built a small house, called a cocoon, around himself. He stayed inside for more than two weeks. The he nibbled a hole in the cocoon, pushed his way out and…

Malam itu dia sakit perut.

Besok sudah hari Ahad lagi. Si ulat kemudian memakan selembar daun dan setelahnya dia merasa lebih baik.

Sekarang dia bukanlah ulat kecil yang kelaparan lagi. Dia sudah menjadi ulat besar yang gemuk.

Dia membangun sebuah rumah yang disebut kepompong. Dia tinggal di dalamnya selama 2 pekan. Kemudian dia membuat lubang kecil untuk keluar…

The Very Hungry Caterpillar Edu Craft Maker (1)

After two weeks of building house

He was a beautiful butterfly!

Dia sekarang adalah seekor kupu-kupu yang cantik!

Pelajaran di Buku The Very Hungry Caterpillar

Secara tidak langsung, buku cerita The Very Hungry Caterpillar mengajarkan anak tentang nama hari, berhitung 1-5, mengenal nama buah. Tidak hanya itu, sembari mengenal nama buah anak-anak akan mengetahui warna.

Disampaikan bahwa kita tidak boleh makan terlalu banyak atau terlalu rakus. Hal itu akan berakibat buruk bagi kesehatan, minimal akan sakit perut.

Diberikan juga contoh untuk hidup sehat dengan memakan dedaunan (sayuran) hijau yang mendetoksifikasi tubuh.

Pesan terpenting adalah bahwa anak-anak, layaknya ulat yang berubah menjadi kupu-kupu, akan tumbuh menjadi besar dan sukses. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada proses yang harus dilalui untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu!

Ingat kalimat ini?

Oke Bunda, sampai disini perjumpaan kita di artikel singkat ini. Kami akan kembali dengan tulisan lainnya seputar early education.

Bye!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *